Saya termasuk sesosok cowok KW 25 yang suka sekali
merawat hewan. Entah itu termasuk hobi saya ato bisa dibilang tujuan utama
untuk melampiaskan hasrat emosi saat saya galau. Sebenarnya alasannya gampang
aja,saya pencinta hewan. Di awal tahun 2010,saya pernah tuh dikasih anak kucing
kawinan dari anggora sama persia.
Warnanya putih bersih. Gak tau apa karena sering dicuci pake bayclin ato hewan ini termasuk keturunan hewan albino. Sebelumnya gak ada niatan sih buat melihara hewan berbulu,berkumis,berjenggot dan punya bulu kayak sulak dari bulu ayam (tapi serius ekornya bagus banget kayak sulak ayam) hingga mempunyai bulu di dada.
Nih kucing kan sebenernya udah gak keurus lagi ditempat bude saya. Waktu awal dikasih nih kucing,kondisinya memprihatinkan sekali. Badannya kurus kering, ekornya masih kempes, badannya keliatan banget tulang rusuknya,kepala berdarah,mata hampir keluar,lidah menjuntai indah keluar dan makannya adalah rumput. Tentu saja tidak J .
Dia hanya terlihat kurus saja dengan badan yang hampir terlihat tulang rusuknya. Daaaan, walaaa. Sampai lah ke rumah baru dengan orang tua tua asuh yang baru yan bentuknya sangat mirip dengan peliharaannya. Kita kasih nama nih kucing dengan nama “Chiko”. Kenapa Chiko? Kenapa gak Choki ? sehingga terlihat seperti kucing yang sedang menjilat jilat coklat pasta dengan gaya erotis. Saya suka sekali mendandani Chiko layaknya ibu ibu berkerudung. Bahasa lainnya nih ya,pendidikan waria sejak dini. Lucu daah diliat si Chikoo.
Warnanya putih bersih. Gak tau apa karena sering dicuci pake bayclin ato hewan ini termasuk keturunan hewan albino. Sebelumnya gak ada niatan sih buat melihara hewan berbulu,berkumis,berjenggot dan punya bulu kayak sulak dari bulu ayam (tapi serius ekornya bagus banget kayak sulak ayam) hingga mempunyai bulu di dada.
Nih kucing kan sebenernya udah gak keurus lagi ditempat bude saya. Waktu awal dikasih nih kucing,kondisinya memprihatinkan sekali. Badannya kurus kering, ekornya masih kempes, badannya keliatan banget tulang rusuknya,kepala berdarah,mata hampir keluar,lidah menjuntai indah keluar dan makannya adalah rumput. Tentu saja tidak J .
Dia hanya terlihat kurus saja dengan badan yang hampir terlihat tulang rusuknya. Daaaan, walaaa. Sampai lah ke rumah baru dengan orang tua tua asuh yang baru yan bentuknya sangat mirip dengan peliharaannya. Kita kasih nama nih kucing dengan nama “Chiko”. Kenapa Chiko? Kenapa gak Choki ? sehingga terlihat seperti kucing yang sedang menjilat jilat coklat pasta dengan gaya erotis. Saya suka sekali mendandani Chiko layaknya ibu ibu berkerudung. Bahasa lainnya nih ya,pendidikan waria sejak dini. Lucu daah diliat si Chikoo.
Kira kira 9 bulan hampir setahun, Chiko gak pernah sama
sekali main keluar rumah.
Alasannya gampaang, saya tidak mau Chiko menjadi preman pasar Beringharjo yang setiap kali bertemu dengan gadis (gadis dalam bentukkan kucing tentunya) birahi untuk kawinnya selalu muncul dan mejadi tranding topic Kucing Gondes daerah Kalasan.
Alasannya gampaang, saya tidak mau Chiko menjadi preman pasar Beringharjo yang setiap kali bertemu dengan gadis (gadis dalam bentukkan kucing tentunya) birahi untuk kawinnya selalu muncul dan mejadi tranding topic Kucing Gondes daerah Kalasan.
Kebetulan saat bapak saya pulang dari Jakarta (pada saat itu ayah saya penempatan di Jakarta),beliau melihat dengan mata berkaca kaca,seekor Chiko terpasung di dalam rumah, tercampakkan oleh majikannya... Hatinya terketuk dan iba. Kemudian beliau membuka pintu ruang tamu,membiarkan sang Chiko mencari kebebasan alam kucing yang keras di luar sana dan........ sampai sekarang tak kunjung kembali pulang..
(foto chiko mau mangkal cyyin)
Foto chiko gigitin tali kutang
...................................................
Sbenarnya sebelum Chiko ada di rumah,saya sempat memelihara
4 ekor hamster. Saya masukkan dalam satu wadah kandang hamster yang kecil. Entah
kenapa,apakah karena mereka seekor hewan egois yang mempereutkan istananya atau kandang yang terlihat seperti
rumah angker dan terlihat sangat sempit itu,menyisakan hanya 1 ekor hamster.Mari kita simak riwayat kematian mereka :
Yang pertama, karena almarhum terjun bebas dari atas kandang yang ditaruh di atas meja makan. Entah karena dia tidak lulus ujian penerbangan,lantas terjun bebas tanpa menggunakan parasut..sangat ironis.
Kedua, hilang ditelan bumi entah kemana.. Karena saking
terinspirasinya dengan Dora, saat melihat majikannya pergi kemana mana tanpa
menggunakan sehelai benang pun,dia ikut ikutan berkelana keluar rumahnya dengan
rasa PD. Intinya ingin menggantikan posisi Boots.
Yang ke 3,menjadi bahan mainan Chiko. You know, Chiko adalah kucing
autis yang sukanya pengen gigit gigit terus benda yang bergerak,termasuk
hamster. Di hari sabtu,saat saya pulang dari sekolah waktu SMP, saya menemukan
korban dengan tubuh tak berdaya, dengan luka gigitan dari leher,sampai perut
dan berlumuran darah. Andaikan saja di dunia perKucingan ada sistem hukum yang
berlaku,saya akan menjebloskan Chiko kedalam tindak pemerkosaan dan
penganiayaan.
Yang terakhir karena saya kasian dengan hidupnya yang
tinggal sebatang kara. Tidak mempunyai kawan,sanak saudara. Saya putuskan agar
diberika, ke saudara saya. Entah bagaimana kabarnya sekarang. Rumor mengatakan
bahwa sekarang hamster pemberian saya berevolusi
menjadi kambing etawa...
............................................................................
Karena bude saya yang melihat nasib saya yang malang
(sebenarnya kalimat ini lebih baik ditujukkan kepada hewan hewan saya), bude
memberikan saya kucing lagi. Dari induk yang sama,tapi bapak yang berbeda. Nah loe
gimana itu nasib status anak kucing saya. Kali ini saya dikasih kucing kawinan
antara si induk dari ras kawinan persia- jawa, sedangkan si bapak adalah preman
di sekitar rumah bude saya. Berawal dari si Cathy (si ibuk) jalan jalan di
sekitar rumah bude,hingga kurang lebih 2 hari gak balik balik ke rumah. Tau tau
sekitar udah dua mingguan di rumah,si Cathy berbadan delapan (plus Cathy
sebagai pelengkap).
Sebenernya si bude bingung mau ditaruh dimana anak anak
malang itu. Karena ngeliat peluang usaha banyak, maka dijual lah satu satu dari
mereka. Ternyata gak hanya manusia yang diperjual belikan, anak kucing pun yang
belum menjadi anggota SDK (sumber daya kucing) matang, ikut diperjual belikan.
Mungkin, mereka mau dijadikan pelengkap properti ngemis di jalan,gantinya gendong bayi manusia.
Mungkin, mereka mau dijadikan pelengkap properti ngemis di jalan,gantinya gendong bayi manusia.
Dateng ke tempat bude saya,tinggal milih satu deh. Eh gataunya
udah banyak yang udah di booking sama temen temen anaknya bude saya. Saya dapet
kucingnya yang warna belang putih,item,oren.
Kalo bahasa jawanya nih ya, kembang telon. Gatau deh kenapa dinamain begitu, katanya sih telon itu artinya telu (bahasa indonesianya tiga), nah kembangnya itu diibaratkan sebagai warna si kucing. Setelah rapat selama 24 jam lebih, kucing kembang telon ini diberi nama....Inem. bukan karena niatan ami untuk menjadikan Inem sebagai pembantu kami, buat ngebantu si mbak Yani masak,gantiin mbak Yani nyuci ato ngepel. Tapi,mana ada kucing ato nama hewan peliharaan orang jaman sekarang dikasih nama ndeso. Kebanyakan Cathy,Pussy,Caessar, Jessica, Madonna sampe yang bener bener elit nih ya,Tamara Aquino. Seekor anjing ras pudle milik temennya kakak saya yang disinyalir ada darah Italiano.
Kalo bahasa jawanya nih ya, kembang telon. Gatau deh kenapa dinamain begitu, katanya sih telon itu artinya telu (bahasa indonesianya tiga), nah kembangnya itu diibaratkan sebagai warna si kucing. Setelah rapat selama 24 jam lebih, kucing kembang telon ini diberi nama....Inem. bukan karena niatan ami untuk menjadikan Inem sebagai pembantu kami, buat ngebantu si mbak Yani masak,gantiin mbak Yani nyuci ato ngepel. Tapi,mana ada kucing ato nama hewan peliharaan orang jaman sekarang dikasih nama ndeso. Kebanyakan Cathy,Pussy,Caessar, Jessica, Madonna sampe yang bener bener elit nih ya,Tamara Aquino. Seekor anjing ras pudle milik temennya kakak saya yang disinyalir ada darah Italiano.
Perbedaan yang mencolok antara Chiko dan Inem adalah
kelaminnya. Secara dari nama aja udah ketara banget. Mungkin, jika si Chiko
tidak jadi hilang, mereka akan bertemu,
saling pandang, disekitar mereka muncullah cupid berwujud kucing membawa busur
panah, dan akhirnya mereka..saling jatuh cinta. Cinta seperti inilah yang
disebut dengan cinta antara majikan dan pembantu. Cinta mereka gak direstui
sama majikannya Inem dan mereka pun mengadakan ritual kawin lari.
Mungkin saya terlalu banyak nonton sinetron FTV mungkin ya.
Chiko adalah pribadi yang santun, solehah dan pendiam,lebih tepatnya pemalas. Karena
sebagian waktunya untuk makan,dan tidur ditambah pup.
Karena waktu saya diberikan kucing awal kelas 1 SMA yang saat itu gencar gencarnya ngurusin
MOS,waktu untuk ngurusin Inem saya rasa sangat sedikit. Yang saya pikirkan pada
saat itu,kasian si Inem kalo gak ada yang ngurus.
Jadi saya simpulkan,kurang lebih pada akhir kelas 1 SMA,Inem beralih majikan ke teman sebangku saya yang namanya Adhe. Dia dari dulu ngidam banget melihara kucing.
Jadi saya simpulkan,kurang lebih pada akhir kelas 1 SMA,Inem beralih majikan ke teman sebangku saya yang namanya Adhe. Dia dari dulu ngidam banget melihara kucing.
Terakhir saya saya lihat,wujudnya Inem seperti macan. Gedeeee
banget segede gaban. Mungkin karena umurnya juga yang udah semakin tua juga.
..............................................
Selama kurang lebih setahunan gak punya ingon- ingon, bapak
saya kepengen banget punya kelinci. Kelinci apa aja deh yang penting idup. Meluncur
deh ke pasar hewan daerah jalan Bantul. Kita beli 2 kelinci ras Australian. Sebenernya
kelinci ras ini kelihatan biasa saja. Gak semenarik kelinci anggora.
Setelah udah sampe dirumah,nih kelinci emang beda banget
polahnya sama kucing. Geraaak terus. Kalopun ketangkep,dia susah buat ditimang
timang. Kadang nyakar,kadang saya dipipisin. Satu yang gak suka dari kelinci
adalah, dimanapun dan kapanpun dia berada,kelinci sukanya pup bonus pipis
sembarang tempat. Jadi kesannya kelinci itu kambing tapi karena terkena suatu
radiasi,kambingnya menciut dan punya gigi tonggos.
Satu bulan berlalu,saat saya mau ngluarin kelinci dari
kandangnya,saya melihat seonggok kalinci saya yang warnanya putih agak
kecoklatan,akhirnya meregang nyawa. Badannya udah kaku banget,mungin karena
sering dinakalin sama yang satunya. Padahal yang mati adalah seekor kelinci
cowok. Gila nih kelinci yang cewek,bringas banget.
Karena kasian melihat hidupnya sendiri,bapak saya beli 2
kelinci lagi. tapi naas,mungkin karena umur merek masih kecil dan ukurannya
masih mini,mereka berdua terserang mencret akut. Yaitu dimana tokai mereka
berhamburan ke sekujur tubuh bagian pantatnya. Sebenernya saya masih heran,
kenapa mereka bisa mati? Dua duanya lagi. dan penyakit yang sama. Mungkin gara
gara makanan,ato kedinginan. Masuk angin mungkin ya.
Tapi ajaibnya,kelinci yang pertama,yang saya beri nama Londo,
karena berwarna coklat pirang kayak rambutnya orang bule, masih idup sampai
sekarang.
Alhamdulilah yaaaah.
Alhamdulilah yaaaah.
Kalo diliat liat, tingkah polah Londo itu kayak kurang beres
gitu setelah beberapa hari yang lalu, dia terjun bebeas ke dalem sumur rumah
saya. Emang sumurnya pendek,dan hanya ditutupi seng tipis. Biasanya sih aman
aman aja dibuat mainan kelinci,tapi gak tau apa karena memikul beban hidup menjadi
perawan yang dikhawatirkan gak laku laku,dia memutuskan untuk mengakhiri
hidupnya. Tapi sayang,dengan sigap si mbak Yani memergoki Londo sedang
mengapung di sumur. Cepet- cepet deh manggil tukang depan rumah buat nylametin.
Saat sudah dikeluarin dari sumur,bentuknya Londo seperti kucing+kecebur+got. Badannya
jadi klimiiis.
Dan pada tanggal 20 Juli kemaren, Londo resmi tidak lagi
memprawan tua. Dia disunting oleh kelinci ras Australia berwana putih dan
bermata merah. Saya kasih nama Bule. Karena badan mereka putih bersih dan
matanya kayak pake softlens yang menurut saya seperti bekas dikucek kucek
matanya.
Oke Londo dan Bule.. semoga kalian menjadi pasangan sakinah
mawadah warohmah ya J




